Kacamata SofyanRian

Semua aku ungkapkan dari caraku memandang. Tak peduli orang memandang lain, aku akan tetap memandang dari sudut dimana seharusnya aku memandang karena setiap kacamata memiliki sudut pandang tersendiri.

Rabu, 04 September 2013

Dinginya Mahasiswa



Malam ini banyak hal yang aku alami, semua itu bermula pada pentas teater yang diadakan oleh paguyuban teater kampusku dalam rangka penyambutan mahasiswa baru tahun 2013.Sebenarnya aku bukanlah pengemar seni teater dan aku juga tidak begitu tahu menahu tentang cabang kesenian ini, aku memiliki maksud lain dari menghadiri pentas ini, kali ini bukan masalah cinta dan apalah sejenisnya itu yang terbilang sangat konyol di otaku. Tujuanku datang kepentas tidak lebih hanyalah bermaksud untuk mengenal lebih jauh lingkungan kampusku karena aku masih merasa sangat asing di ruang lingkup baru ini. Entah kenapa aku masih merasa sangat sulit beradabtasi dengan lingkungan baru ini, oleh karena itu aku selalu mencoba untuk mengenal dan lebih memahami segala keadaan yang ada dalam ruang lingkup ini.
Dari awal aku berangkat dari rumah, aku sudah tahu kalau aku nggak bakal ada teman di kampus tapi aku berfikiran kalau aku akan dapat teman baru di pentas tersebut, alhasil akupun sangat percaya dengan pemikiranku dan akhirnya aku nekat berangkat sendiri tanpa seorang temanpun denganku kecuali motor matic dan kaos oblong biru kesayanganku
Perkiraanku ternyatameleset, aku sudah di pentas lebih dari 1 jam, namun tak ada satu teman baru pun yang aku dapat, aku hanya sendirian di tengah-tengah keramaian yang ada, semua itu membuatku merasa menjadi seperti orang asing yang berada pada sekumpulan suku homogen. Kesendirian itulah yang akhirnya membuatku selalu berfifkir kenapa lingkungan ini sangat berbeda dengan lingkungan-lingkungan yang aku singgahi sebelumnya. Berkali-kali aku berfikir tentang apa yang sebenarnya menjadi penyebab semuaini, apakah karena aku yang gagal beradabtasi atau memang orang-orang yang ada di lingkup ini adalah orang-orang yang bertipe individualis dan mungkin merasa malas dengan interaksi?
Semua wajah dingin yang mereka keluarkan seolah menunjukan kalau mereka tidak mau untuk menjalin pertemanan. Ini sangatlah berbeda dengan lingkunganku sebelumnya dimana selalu ada senyum sapa saat saling berjumpa. Semua ini memanglah sangat berlawanan, aku bahkan merasa sedikit tertekan akan keadaan ini karena aku adalah tipe orang yang meninggikan rasa kekeluargaan.
Entahlah, saat ini aku hanya berharap suatu saat nanti ada sedikit perubahan dalam lingkungan ini, aku mengaharapkan akan tumbuh suatu ikatan kecil antara mahasiswa-mahasiswa yang dingin ini. Walaupun itu juga terdengar agak lucu merubah sikap ratusan orang dalam waktu singkat, namun aku yakin suatu saat rasa kekeluargaan pasti akan ada dan mengikatkan mereka.