Cinta emang nggak selamanya bisa
bertahan, selama apapun kita pacaran dan sesering apapun kita bilang “aku pengen kita kayak gini terus” ke pacar kita pada akhirnya cinta itu akan
pupus juga. Cara putusnya pun beragam ada yang karena si cewek sadar cowoknya
ternyata nggak ganteng, ada yang karena si cewek sadar kalo selama ini dia
khilaf, ada yang karena si cewek tau cowok lain yang lebih ganteng dan bertampang
menjanjikan. Shit kali ini gue malah curhat. Bentar gue mau kebelakang dulu
ambil tisu.
Emang bener kalau cinta itu tak
pernah memandang usia, nggak tua, muda, anak-anak, bahkan orang yang udah bau
tanah pun berpotensi mengalami jatuh cinta dan entah bagaimana cinta itu datang
mereka juga tak akan pernah mengerti. Satu-satunya hal yang mereka mengerti saat
jatuh cinta adalah “Even the days are
brighter when someone you loves beside you, even the night are better when I
found you.” Namun gue mengerti suatu kepastian entah siapapun yang jatuh
cinta dan bagaimana pun cinta mereka, pada akhirnya cinta akan ada akhirnya. Itu
sudah menjadi sebuah suratan dimana ada awal suatu hubungan pasti ada akhirnya.
Terkadang saat cinta telah berakhir ada beberapa orang yang merasa sangat
sedih, murung, pengen mati. Kayak gue dulu. Ada juga yang sangat senengnya
kayak kelaur dari inti neraka ketika cintanya telah berakhir, seperti mantan-mantan
gue.
Ketika cinta telah berakhir hanya
ada satu kata menyakitkan yang selalu setia menemani kita. MOVE ON. Move on
adalah awal menuju ke indahan yang sangat menyakitkan. Ini adalah penerapan
peribahasa Bersakit-sakit dahulu
bersenang-senang kemudian (Jika berhasil), namun bagi orang-orang yang
tergolong gagal move on peribahasa itu pun berganti Bersakit-sakit dahulu sampai mati di kemudian hari. Gue paling iba
kalau meliahat orang-orang yang lagi dalam fase move on. Hari-hari mereka
bagaikan daging tanpa tulang, bahkan katanya mereka kadang sampai nggak bisa
bedain mana sushi dan mana tai, termasuk gue waktu di fase move on dulu, gue
selalu makan tai saat gue laper.
Atas perasaan iba itu pun akhirnya
gue nulis ini, gue akan memberikan sedikit jurus untuk menghindari kematian
saat Lo dalam fase move on. Jadi bagi Lo yang sedang mengalami galau akut stadium
akhir nggak perlu khawatir dengan cara yang gue tulis ini dan dengan se ijin
Tuhan Yang Maha Esa serta dengan di dorong oleh keinginan leluhur supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas galau insyaallah lo nggak akan mati karena
gagal move on. Jurus move on kali ini berbeda dengan tulisan sebelumnya yang
cengigisan, kali ini lebih cengigisan lagi.
Oke langkah Pertama untuk melakukan sebuah move on adalah niat, dengan niat di hati,
gue yakin Lo akan lebih mantap untuk menjalankan proses meyulitkan ini. Setelah
niat Lo udah mantap sekarang kuatkan hati Lo untuk tidak menghubungi orang yang
memaksa Lo menjalani proses move on ini, nah kalau semisal Lo kangen dengan
mantan Lo, lo bisa niru cara gue. Waktu itu gue sedang dalam fase move on dan
gue kangen berat sama mantan gue yang udah sama cowok lain, akhirnya gue nyari
temen buat chat, tapi sayangnya udah pada tidur karena waktu itu udah jam 1
malem, akhirnya gue telepon temen-temen cewek gue, dan gue nggak ngomong satu
kata pun, gue Cuma muterin lagu linsir wengi. Akhirnya mereka ketakutan nggak
berani tidur dan ngechat gue sampai pagi dan akhirnya gue nggak kangen lagi
sama mantan gue.
Kemudian langkah kedua adalah membuat hati lo se senang
mungkin, bagaimana pun caranya, kalau lo suka manjat, ya manjat aja tiang BTS
terdekat, kalau lo suka joget ya joget aja di depan penjual CD bajakan, atau
apapunlah yang bisa buat hati kalian seneng dan nggak galau lagi. Sekedar berbagi
kalau dulu gue selalu nyenengin hati gue dengan main tamagochi di smartphone
gue, gue nganggep peliharaan gue adalah pacar gue yang baru, gue pelukin dia,
gue ciumin dia, gue ajakin dia ngomong dan dua hari berikutnya gue dianter keluarga
gue ke RSJ deket kampus gue sekarang. Gue seneng banget ketemu temen-temen baru
yang murah senyum dan ketawa-ketawa sendiri, akhirnya gue punikutan ketawa
sendiri dan galau gue hilang.
The
next step adalah jangan pernah menyendiri atau merasa sendiri, lo nggak
perlu dateng ke kuburan dan nangis-nangis sambil kayang di atas nisan kakek lo
karena merasa sendiri, inget kalo lo masih punya banyak temen yang siap nemenin
lo kemanapun lo mau, ya kalo lo udah terlanjur di kuburan ajakin aja kuntilanak
galau yang lagi mangkring di pohon main ke tempat-tempat yang menyenangkan
seperti mall, pasar, karaokean, surga atau kemapunlah asal jangan ke lokalisasi
pelacuran, karena itu berbahaya kalau tiba-tiba ada FPI lagi sweeping. Kalian bisa
masuk headline news TV dan judulnya itu bakalan nggak asik banget dah “Seorang
Remaja Mati saat Kimpoy dengan Kuntilanak karena Kepergok FPI”
Then
buat sebuah ideologi kalau cewek itu nggak Cuma satu dan cewek yang hianati lo
adalah cewek terburuk yang pernah ada. Jadi biarakan saja dia pergi, mungkin
dengan kepergianya akan membuat hidup lo jadi lebih baik, atau kalau lo lagi
apes ya jadi lebih buruk. Dan satu lagi yang perlu kalian tau cewek yang kayak
gitu nggak pantes lahi kalian perjuangin, udahlah let her go aja, nggak usah
bingung kalian cukup menangisi kepergianya aja kok atau kalau kalian cowok
pemberani ya bales aja kepergianya dengan pergi untuk selama-lamanya.
Next The last step adalah ketika kalian sedang menjalani proses move on
buat aja hidup kalian se santai mungkin, kalian nggak perlu tergesa-gesa nyari
pasangan baru, nikmatin dulu kesendirian kalian, hingga kalian bener-bener
dalam zona tidak nyaman karena ke jombloan kalian baru kalian berusaha untuk
mencari orang baru dan jangan lupa untuk menyiapkan diri buat move on lagi di
kemudian hari.
Oke itulah paduan praktis munuju
keberhasilan moveon dari gue, semoga setelah membaca tulisan ini kalian bisa
mendapat sedikit pencerahan atau kalau mungkin hidup kalian malah tambah burem
ya maaf, bukan itu maksud gue. Akhir kata sekian dari gue, gue SofyanRian dan
inilah cara gue memandang dari kacamata gue.