Kacamata SofyanRian

Semua aku ungkapkan dari caraku memandang. Tak peduli orang memandang lain, aku akan tetap memandang dari sudut dimana seharusnya aku memandang karena setiap kacamata memiliki sudut pandang tersendiri.

Kamis, 16 April 2015

Opini Soal Dihapusnya Bensin Jenis Premiun

Akhir-akhir ini kebijakan pemerintah akan menghapuskan bensin dengan RON 88 (Premium) di bulan Mei telah menjadi Hot News diberbagai media, dalam media diberitakan bahwa penghapusan Premium ini akan dibarengkan dengan peluncuran produk bensin baru yang digadang-gadang akan memiliki kualitas yang lebih tinggi yaitu dengan RON antara 90-91. Bensin jenis baru ini rencananya akan diberi nama yang kebarat-baratan seperti produk lain sebelumnya, adapun nama bensin baru itu adalah Pertalite.
Berdasarkan keterangan pemerintah Pertalite ini merupakan bensin penengah antara Premium dengan Pertamax, dimana Pertalite diklaim oleh pemerintah memiliki kualitas yang lebih baik dari Premium sehingga mampu menghasilkan pembakaran lebih sempurna alhasil tarikan mesin akan semakin halus, lebih ramah lingkungan, dan jarak yang dapat ditempuh akan lebih jauh, namun demikian harga Pertalite ini akan tetap berada dibawah Pertamax 92.
Mendengar kebijakan tersebut terbesit dua hal yang sangat bertentangan dalam pikiran saya, dimana disatu hal saya sangat setuju dengan kebijakan tersebut karena pastinya akan berdampak baik pada lingkungan. Apalagi menginggat Bensin dengan RON 88 sebenarnya juga sudah tidak memenuhi standar internasional lagi. Bahkan regulasi negara-negara lain di ASEAN saja sudah megatur bahwa RON minimal untuk bensin adalah 92 atau setara dengan Pertamax sesuai dengan standar EURO 3, itu artinya jika pemerintah meluncurkan bensin alternatif dengan RON 90-91 sebenarnya tetap saja masih di bawah standar internasional.
Kedati demikian upaya pemerintah untuk menciptakan bensin yang lebih ramah lingkungan ini patut dihargai karena setidaknya sudah ada upaya dari pemerintah untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan. Namun dalam penghapusan bensin Premium ini aspek ekonomi juga harus diperhitungkan, jika Pertalite sebagai bensin penganti ini diluncurkan dengan harga yang terlalu jauh dari harga Premium itu juga akan sangat merugikan bagi rakyat. Rakyat justru akan semakin terbebani dengan semakin mahalnya bahan bakar minyak.
Sedangkan biasanya ketika harga BBM naik efeknya tidak hanya diam disitu saja, melainkan akan berdampak seperti Domino Effect dimana ketika BBM naik, dia justru akan berimbas pada harga barang-barang yang ada disekitarnya “ harganya ikut naik” dan ketika harga barang suatu sudah naik juga akan masih berimbas pula pada kenaikan harga barang lain, begitulah seterusnya tanpa ada hentinya kalau memang sudah demikian. Akhirnya rakyat lagi yang jadi korban, biaya hidup semakin mahal.
Ditambah lagi jika terjadi kenaikan harga bensin kelas bawah, mendekati kelas menengah (Pertamax) itu juga akan menguntungkan pihak asing. Perusahaan-perusahaan retail BBM asing yang masuk di Indonesia seperti Sheel, Petronas, dan Total akan semakin meninggkat tingkat penjualanya. Mengingat sekarang saja harga jual yang mereka tawarkan untuk bensin dengan RON 92 dan RON 95 sudah nyaris sama dengan Pertamax 92 dan Pertamax Plus 95. Apalagi dengan kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang selalu menganggap produk asing adalah produk terbaik, semakin terbukalah peluang Pertamina untuk mengalami penurunan Omset. Memang saat ini outlet-outlet mereka di Indonesia masih sangat terbatas, tapi dengan potensi yang semakin besar karena naiknya harga BBM kelas Ekonomi di Indonesia dan modal mereka di Negara asal yang kuat bisa saja mereka membuat outlet disamping setiap SPBU Pertamina.
Hmm, melihat dari dua hal yang sangat kontraditif diatas saya sekarang jadi bimbang sebenarnya mana ya yang menjadi tujuan utama pemerintah untuk menghapuskan Premium? Ataukah benar-benar atas alasan kelestarian lingkungan atau justru “mungkin” karena ada deal-deal tertentu oleh pihak-pihak asing yang sedang berkembang di Indonesia itu? Yaa saya pribadi juga tidak tahu menahu kalau soal itu. Kemungkinan bisa saja terjadi kan? Ah tapi entahlah, saya pribadi sih cuma berharap penghapusan bensin Premium ini memang benar-benar atas alasan lingkungan, bukan karena lobi-lobi. Sehingga dalam penetapan harga bensin Pertalite pemerintah juga akan memberikan selisih harga yang bisa membuat rakyat berpikir untuk tetap menggunakan bensin produk dalam negeri.