Kacamata SofyanRian

Semua aku ungkapkan dari caraku memandang. Tak peduli orang memandang lain, aku akan tetap memandang dari sudut dimana seharusnya aku memandang karena setiap kacamata memiliki sudut pandang tersendiri.

Rabu, 08 Oktober 2014

Sajak untuk Sang Raja


Wahai sang raja apakah engkau buta?
Seribu hambamu tertidur pulas di bawah kakimu
Wahai sang raja apakah engkau tuli?
Seribu hambamu menyanyikan lagu airmata untukcdirimu
Wahai sang raja apakah engkau bisu?
Seribu hambamu berharap engkau memberikan mereka tangisan bahagia

Wahai sang raja, kamilah hambamu yang menderita
Tidur beralaskan empuknya ranjang jalanan
Berdiri diantara segarnya udara perempatan

Sang raja tidaklah engkau melihat tanah kami tak lagi subur?
Tidakkah engkau melihat hambamu kelaparan?
Banyak dari mereka mati karena tak mampu makan

Sang raja mana janjimu? Engkau selalu berjanji akan memuliakan kami?
Tapi yang engkau muliakan justru orang-orang yg mengaku sebagai wakil kami.

Sang raja dengarlah suara kami dari mulut kami, tutuplah telingamu dari mereka-mereka yang mengaku sebagai utusan kami.
Sang raja gandenglah kami langsung dari tanah kami, janganlah engkau memegandeng tangan kami dengan tangan-tangan yg patah tulangnya

Ya rajaku kamilah hambamu yang ingin engkau muliakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar