Kacamata SofyanRian

Semua aku ungkapkan dari caraku memandang. Tak peduli orang memandang lain, aku akan tetap memandang dari sudut dimana seharusnya aku memandang karena setiap kacamata memiliki sudut pandang tersendiri.

Rabu, 21 Januari 2015

Tulisan Untuk Para Mantan

Untuk para mantan,
Malam ini aku mencoba membuat suatu tulisan
Tulisan kecil yang merangkum seluruh kisahku bersama kalian
Untuk para mantan, dahulu pada awalnya kita di pertemukan oleh satu rasa suka
Rasa suka yang kemudian saling mendekatkan kan kita
Jengkal demi jengkal hingga kemudian menjadi langkah-langkah pasti
Hingga akhirnya kita benar-benar menjadi satu bagian yang di ikatkan oleh rasa yang lebih kuat.
Ikatan itulah yang sering kita sebut dengan “Cinta” saat kita masih di jalan yang sama.
Dari cinta, kita belajar mengetahui, memahami, dan mengimbangi satu sama lain
Ya saat itu memang kita mendapatkan keseimbangan yang sempurna
Keseimbangan yang memberikan kita canda, tawa, tanggis yang terakit dalam satu rasa bahagia
Jika kita mau mengakui bersama, begitu banyak momen indah yang telah kita jalani bersama
Bahkan kita tidak akan pernah bisa menghitung berapa banyak senyuman yang telah kita lukiskan di wajah kita
Dan anehnya senyuman-senyuman itu justru muncul karena hal-hal yang sangat konyol
Sungguh aku juga tak pernah mengerti kenapa disaat kita bersama, kita dapat bersama-sama tersenyum pada hal-hal yang sangat sederhana sekalipun
Disaat senyum itu masih menghiasi wajah-wajah kita, kita selalu berhayal jika kelak kita akan selalu bersama
Seolah-olah logika akan perpisahan pun mati dan terkubur jauh didalam khayal itu.
Logika yang selalu mengatakan bahwa kita ada waktunya benar-benar jauh terpendam dalam khayalan itu
Suatu masa logika itupun terbukti kebenarnya
Bagaikan tanaman, biji yang dulu telah kita tanam pun akhirnya tumbuh menjadi tua dan habislah waktunya
Tak peduli sebanyak apapun rantingnya, sebesar apapun batangnya dan sekuat apapun akarnya jika masanya telah tiba maka pohon itu akan mati juga.
Pohon besar itu terbengkalai, lemah, kering dan terus menerus memgalami pelapukan hingga benar-benar tak tersisa
Dan tanpa kita sadari di sekeliling tempat tumbuh pohon itu dahulu ternayata terdapat banyak sekali pohon-pohon kecil yang terus tumbuh dan berkembang menjadi pohon-pohon baru yang lebih rindang dan sangat kokoh karena berjajar bersama
Seperti itulah kenangan kita yang kini mampu membuat kita terus dan terus berkembang dan tumbuh hingga membuat kita menjadi seperti sekarang
Untuk para mantan, dengan tulisan kecil ini perkenankanlah aku menghapus lukisan-lukisan petang yang telah aku coretan kan pada kalian, maafkanlah semua yang telah kulakukan dan tak berkenan di hati kalian
Untuk para mantan, aku hanya ingin mengucapkan satu buah pesan bahwa

“Janganlah menganggap aku sebagai mantan, anggaplah aku sebagai alumni agar kelak kita bisa mengadakan reuni.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar