Udah hampir tiga tahun gue nggak
pernah naik Bus umum yang menjadi penghubung kampung halaman gue dengan pusat
kota solo. Hari ini tadi gue iseng-iseng buat naik bus itu, sebenernya sih
bukan iseng tapi emang karena terpaksa soalnya paginya gue bawa sepeda tua yang
gue jual lewat internet dan si buyer ngajakin COD di depan kampus pagi itu
juga, yaudah mau nggak mau saat pulang gue harus naik Bus tercepat didunia,
saking cepatnya sampai kadang banya pun ketinggalan satu dibelakang. Tapi
gue tetep nyantai aja karena gue mikirnya dengan gue naik bus itu mungkin gue
bisa nemuin bidadari cantik yang lagi nyari pangeran tampan semacam gue dari
bus ke bus, tapi ternyata yang gue temuin malah pengamen punk yang udah nggak
mandi 7 hari 7 malam yang lagi nyari produser rekaman dari bus ke bus.
Awal gue nunggu bus di halte depan kampus, gue terus-terusan benerin rambut gue yang sempet acak-acakan, karena di halte lagi banyak
cewek-cewek kece yang juga lagi nungguin bus, ya barang kali aja ada salah satu
dari mereka yang satu bus sama gue, kan se enggaknya nanti gue punya temen
cewek gituloh, nggak semuanya cowok jadi nggak di maho-mahoin lagi karena
sampai sekarang gue masih normal. Menit demi menit berlalu hujan masih turun
walau tak bersama dengan air mataku (wuiiiseeh),
satu-persatu penunggu bus sudah menemukan bus yang menjadi jodohnya, sampai
akhirnya tersisa gue dan satu cewek cantik di ujung bangku halte, besar harapan
gue buat satu bus denganya, lalu busnya penuh dan kita berdiri di belakang, lalu
busnya ngerem dadakan, lalu bukunya jatuh, lalu bukunya gue ambilin, lalu gue
kenalan sama dia, ya kayak di FTV-FTV gitu biar sosweet.
Tak lama bus yang gue tunggu-tunggu
pun udah datang, dari jauh bus itu udah kelihatan penuh di bagian depan,
supirnya juga udah ugal-ugalan, si cewek itu pun juga nggak masukin
buku-bukunya ke tas. Harapan gue untuk berdiri di belakang dan kenalan ala FTV
pun semakin terlihat nyata. Setelah gue masuk ke bus ternyata dia nggak masuk
di bus yang gue tumpangi, gue nggak jadi berdiri bareng dia, gue berdiri sama
ibuk-ibuk tua dari pasar yang bawa tiga ayam sekaligus, yaa setidaknya mimpi gue
buat berdiri di belakang sudah terealisasi walaupun dengan orang lain, gue pun
juga tidak mengharapkan lagi adanya kenalan ala FTV di dalam bus, gue cuma mikirin keselamatan dan keutuhan gue sampai rumah aja. Tapi kali ini bisa dibilang
gue beruntung ketemu sama ibuk-ibuk itu Cuma bawa ayam dan nggak bawa
kambing, karena biasanya ada juga ibuk-ibuk yang bawa sapi atau kebo.
Tiga tahun gue nggak naik bus ini
ternyata ada perubahan interior yang sangat besar, jok bus yang dulu busanya
bolong-bolong sekarang udah nggak ada busanya. Atap yang dulunya udah lapuk
dimakan rayap sekarang rayapnya habis dimakan ayam ibuk-ibuk tadi, dinding bus
yang dulunya belang-belang karena korosi sekarang jadi bolong-bolong karena
kadang ada anak-anak pengidap Pica yang memakanya. Melihat desain interior baru
ini gue jadi teringet kalo dulu gue juga ikut mendesain bus ini dengan tangan
gue, gue ngukir semua jok yang pernah gue duduki dengan tulian nomer HP gue,
dari situ pula gue dapet kenalan cewek cantik yang ujung-ujungnya ngajakin gue
masuk MLM.
Dibelakang gue ada lagi dua
ibuk-ibuk pasar gaul yang lagi curhatan sama temenya tentang kenalanya yang dia
dapat dari facebook, ngeliat dan
ngedengerin mereka gue jadi teringet masa-masa SMP gue yang juga curhat ke
temen karena dapet kenalan dari facebook. Cuma bedanya dulu nama facebook gue “RiAndd
CiewHh PelAJaaaR GantHeng” dan ibuk-ibuk yang ada dibelakang gue ini namanya “cIewH
sUpLLatiwH pEtdaGang CukCess” dengan S yang banyak, pasnya berapa gue nggak tau. Kemudian bus semakin sesak dengan ibuk-ibuk, di dalam bus Cuma ada 3 cowok yaitu gue,
kenek, dan sopir otomatis gue paling ganteng, jadi nanti kalo ada cewek cantik
otomatis pula sukanya ke gue. Gue semakin lama semakin terdesak kepojok, posisi
gue saat itu bener-bener kayak remaja muda yang mau diperkosa rame-rame sama
puluhan ibuk-ibuk di dalam bus, gue berusaha cuek dan bayanginya kalo seluruh
ibuk-ibuk itu adalah personil JKT 48, tapi tiap gue baru mulai bayangin bentar yang
keluar malah personil AKB 48. Yang udah kadaluarsa 50 tahun lalu.
Gue selalu gagal berkonsentrasi
buat membayangkan keadaan yang gue inginkan karena bus jalanya ugal-ugalan,
waktunya ngerem bus tambah cepat saat kendaraan di belakang ikut cepat bus
ngerem dadakan, kepala-kepala ayam yang ada dideket gue itupun tak jarang nyium
pipi gue. Sampainya di lampu merah dideket ringroad ada mbak-mbak cantik seusia
gue dengan baju suster berwarna putih, dia masuk di bus, dan berdiri disamping
gue menggantikan ibuk-ibuk siluman ayam. Dari situ gue mulai teringat nesehat
kakek gue tentang bersusah-susah dulu bersenang-senang kemudian, dan gue
akhirnya percaya kalo nasehat itu benar. Sayangnya mbak-mbak itu smsan mulu jadi gue nggak bisa ngajakin ngobrol. Secara nggak sengaja gue ngintipin smsnya dan ternyata isinya dia mau ketemuan
sama omom dengan nama om Aji di hotel kendedes, ternyatanya lagi kostum suster
itu juga permintaan si Om Aji. Gue jadi semakin takut dengan keutuhan gue
sampai rumah.
Barulah 15 menit kemudian gue
nyampai di pemberhentian terdekat dengan rumah gue, gue baru nyadar kalo HP gue
dua-duanya nggak ada pulsa, jadi gue nggak bisa nyuruh orang rumah buat jemput
gue, akhirnya gue jalan kaki sepanjang 2 KM lewat tengah sawah hingga akhirnya
gue menginjakan kaki gue di lantai rumah gue dengan selamat wal afiat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar