Kacamata SofyanRian

Semua aku ungkapkan dari caraku memandang. Tak peduli orang memandang lain, aku akan tetap memandang dari sudut dimana seharusnya aku memandang karena setiap kacamata memiliki sudut pandang tersendiri.

Selasa, 19 November 2013

Balada Karunia Mulya

Udah hampir tiga tahun gue nggak pernah naik Bus umum yang menjadi penghubung kampung halaman gue dengan pusat kota solo. Hari ini tadi gue iseng-iseng buat naik bus itu, sebenernya sih bukan iseng tapi emang karena terpaksa soalnya paginya gue bawa sepeda tua yang gue jual lewat internet dan si buyer ngajakin COD di depan kampus pagi itu juga, yaudah mau nggak mau saat pulang gue harus naik Bus tercepat didunia, saking cepatnya sampai kadang banya pun ketinggalan satu dibelakang. Tapi gue tetep nyantai aja karena gue mikirnya dengan gue naik bus itu mungkin gue bisa nemuin bidadari cantik yang lagi nyari pangeran tampan semacam gue dari bus ke bus, tapi ternyata yang gue temuin malah pengamen punk yang udah nggak mandi 7 hari 7 malam yang lagi nyari produser rekaman dari bus ke bus.
Awal gue nunggu bus di halte depan kampus, gue terus-terusan benerin rambut gue yang sempet acak-acakan, karena di halte lagi banyak cewek-cewek kece yang juga lagi nungguin bus, ya barang kali aja ada salah satu dari mereka yang satu bus sama gue, kan se enggaknya nanti gue punya temen cewek gituloh, nggak semuanya cowok jadi nggak di maho-mahoin lagi karena sampai sekarang gue masih normal. Menit demi menit berlalu hujan masih turun walau tak bersama dengan air mataku (wuiiiseeh), satu-persatu penunggu bus sudah menemukan bus yang menjadi jodohnya, sampai akhirnya tersisa gue dan satu cewek cantik di ujung bangku halte, besar harapan gue buat satu bus denganya, lalu busnya penuh dan kita berdiri di belakang, lalu busnya ngerem dadakan, lalu bukunya jatuh, lalu bukunya gue ambilin, lalu gue kenalan sama dia, ya kayak di FTV-FTV gitu biar sosweet.
Tak lama bus yang gue tunggu-tunggu pun udah datang, dari jauh bus itu udah kelihatan penuh di bagian depan, supirnya juga udah ugal-ugalan, si cewek itu pun juga nggak masukin buku-bukunya ke tas. Harapan gue untuk berdiri di belakang dan kenalan ala FTV pun semakin terlihat nyata. Setelah gue masuk ke bus ternyata dia nggak masuk di bus yang gue tumpangi, gue nggak jadi berdiri bareng dia, gue berdiri sama ibuk-ibuk tua dari pasar yang bawa tiga ayam sekaligus, yaa setidaknya mimpi gue buat berdiri di belakang sudah terealisasi walaupun dengan orang lain, gue pun juga tidak mengharapkan lagi adanya kenalan ala FTV di dalam bus, gue cuma mikirin keselamatan dan keutuhan gue sampai rumah aja. Tapi kali ini bisa dibilang gue beruntung ketemu sama ibuk-ibuk itu Cuma bawa ayam dan nggak bawa kambing, karena biasanya ada juga ibuk-ibuk yang bawa sapi atau kebo.
Tiga tahun gue nggak naik bus ini ternyata ada perubahan interior yang sangat besar, jok bus yang dulu busanya bolong-bolong sekarang udah nggak ada busanya. Atap yang dulunya udah lapuk dimakan rayap sekarang rayapnya habis dimakan ayam ibuk-ibuk tadi, dinding bus yang dulunya belang-belang karena korosi sekarang jadi bolong-bolong karena kadang ada anak-anak pengidap Pica yang memakanya. Melihat desain interior baru ini gue jadi teringet kalo dulu gue juga ikut mendesain bus ini dengan tangan gue, gue ngukir semua jok yang pernah gue duduki dengan tulian nomer HP gue, dari situ pula gue dapet kenalan cewek cantik yang ujung-ujungnya ngajakin gue masuk MLM.
Dibelakang gue ada lagi dua ibuk-ibuk pasar gaul yang lagi curhatan sama temenya tentang kenalanya yang dia dapat  dari facebook, ngeliat dan ngedengerin mereka gue jadi teringet masa-masa SMP gue yang juga curhat ke temen karena dapet kenalan dari facebook. Cuma bedanya dulu nama facebook gue “RiAndd CiewHh PelAJaaaR GantHeng” dan ibuk-ibuk yang ada dibelakang gue ini namanya “cIewH sUpLLatiwH pEtdaGang CukCess” dengan S yang banyak, pasnya berapa gue nggak tau. Kemudian bus semakin sesak dengan ibuk-ibuk, di dalam bus Cuma ada 3 cowok yaitu gue, kenek, dan sopir otomatis gue paling ganteng, jadi nanti kalo ada cewek cantik otomatis pula sukanya ke gue. Gue semakin lama semakin terdesak kepojok, posisi gue saat itu bener-bener kayak remaja muda yang mau diperkosa rame-rame sama puluhan ibuk-ibuk di dalam bus, gue berusaha cuek dan bayanginya kalo seluruh ibuk-ibuk itu adalah personil JKT 48, tapi tiap gue baru mulai bayangin bentar yang keluar malah personil AKB 48. Yang udah kadaluarsa 50 tahun lalu.
Gue selalu gagal berkonsentrasi buat membayangkan keadaan yang gue inginkan karena bus jalanya ugal-ugalan, waktunya ngerem bus tambah cepat saat kendaraan di belakang ikut cepat bus ngerem dadakan, kepala-kepala ayam yang ada dideket gue itupun tak jarang nyium pipi gue. Sampainya di lampu merah dideket ringroad ada mbak-mbak cantik seusia gue dengan baju suster berwarna putih, dia masuk di bus, dan berdiri disamping gue menggantikan ibuk-ibuk siluman ayam. Dari situ gue mulai teringat nesehat kakek gue tentang bersusah-susah dulu bersenang-senang kemudian, dan gue akhirnya percaya kalo nasehat itu benar. Sayangnya mbak-mbak itu smsan mulu jadi gue nggak bisa ngajakin ngobrol. Secara nggak sengaja gue ngintipin smsnya dan ternyata isinya dia mau ketemuan sama omom dengan nama om Aji di hotel kendedes, ternyatanya lagi kostum suster itu juga permintaan si Om Aji. Gue jadi semakin takut dengan keutuhan gue sampai rumah.

Barulah 15 menit kemudian gue nyampai di pemberhentian terdekat dengan rumah gue, gue baru nyadar kalo HP gue dua-duanya nggak ada pulsa, jadi gue nggak bisa nyuruh orang rumah buat jemput gue, akhirnya gue jalan kaki sepanjang 2 KM lewat tengah sawah hingga akhirnya gue menginjakan kaki gue di lantai rumah gue dengan selamat wal afiat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar