Besoknya Gue sama Budi ke warnet
lagi tapi kali ini kita sama Andi biar ada yang ngajarin internetan. Karena takut mengulang hal yang sama lagi, Gue udah nyiapin username login dari rumah kali
ini username’nya “Kami nggak mau nonton bokep” biar nanti kalo keluar dari warnet mbaknya
nggak ngira kita macem-macem. Si Andi langsung buka Mirc, Gue sama Budi bingung
si Andi lagi ngapain, tapi kita selalu “nggumun”
karena tiap yang dituliskan Andi pasti di jawab oleh computer. Budi akhirnya
bosen, dia minta ke Andi buat nunjukin “Cewek SMP sexy” seperti yang dia katakan
kemarin, Andi lalu membuka Mozilla dan masuk ke websitenya google, pertama kali
tau Gue ngira bahwa google adalah penyedia gambar porno anak-anak Indonesia (Gue mikirnya google =
bugil, karena mirip) maklum karena dulu SD dikampung gue, satu sekolah baru ada 2
komputer buat 250 orang siswa, itupun nggak ada yang namanya internet. Akhirnya gambar yang dipesen Budi kelur. Gue yang
masih rada-rada polos takut saat ngeliat cewek SMP pake rok diatas lutut dan berjilbab.
Satu bulan kemudian Gue dan Budi
udah fasih berinternet, disitulah tonggak sejarah ke alay’an Gue mulai muncul
karena adanya tuntutan dari Mirc dan juga Friendster yang mengharuskan kita alay agar banyak teman. Gue lebih suka pake
Mirc karena dengan Mirc, Gue jadi laku keras mungkin karena nggak perlu pake
foto jadi muka Gue gimana nggak kelihatan, sempet gue pacaran lewat Mirc. Besoknya IDnya aku cari udah nggak ada lagi, gue lalu galau, dan curhat sama teman chat lain sambil nangis-nangis. Beruntung si Budi nggak ikut-ikutan
alay kayak gue, si Budi lebih memilih fokus ke bidangnya, yaitu bidang film biru. Baru 2
bulan dia kenal internet Budi udah menghafal 39 situs unyil dan nama gaya-gaya
yang dipake sama pemain-pemainya, itu adalah pencapaian prestasi yang sangat luar biasa yang pernah di dapat anak kelas 7. Budi pernah kepergok sama mbak-mbak penjaga
warnet, Budi dimarahi sama mbaknya. Besoknya mbak-mbak penjaga warnet itu minta
list situs yang dibuka Budi kemarin, katanya mau di block sama mbaknya, Budi di
ancam di aduin ke sekolah kalo nggak mau ngasih. Besoknya dan sampai kita SMA 39
situs itu masih bisa di buka Budi di warnet yang sama dan katanya setelah itu di folder
“shared d” malah ada 15gb film-film semacam itu. Waktu kita kelas 11 warnet itu akhirnya ditutup, si Budi galau dan nggak makan 3 hari- 3malam karena dia bingung harus kemana lagi dia mencari bahan untuk dimasukan folder sucinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar