Kacamata SofyanRian

Semua aku ungkapkan dari caraku memandang. Tak peduli orang memandang lain, aku akan tetap memandang dari sudut dimana seharusnya aku memandang karena setiap kacamata memiliki sudut pandang tersendiri.

Kamis, 16 April 2015

Opini Soal Dihapusnya Bensin Jenis Premiun

Akhir-akhir ini kebijakan pemerintah akan menghapuskan bensin dengan RON 88 (Premium) di bulan Mei telah menjadi Hot News diberbagai media, dalam media diberitakan bahwa penghapusan Premium ini akan dibarengkan dengan peluncuran produk bensin baru yang digadang-gadang akan memiliki kualitas yang lebih tinggi yaitu dengan RON antara 90-91. Bensin jenis baru ini rencananya akan diberi nama yang kebarat-baratan seperti produk lain sebelumnya, adapun nama bensin baru itu adalah Pertalite.
Berdasarkan keterangan pemerintah Pertalite ini merupakan bensin penengah antara Premium dengan Pertamax, dimana Pertalite diklaim oleh pemerintah memiliki kualitas yang lebih baik dari Premium sehingga mampu menghasilkan pembakaran lebih sempurna alhasil tarikan mesin akan semakin halus, lebih ramah lingkungan, dan jarak yang dapat ditempuh akan lebih jauh, namun demikian harga Pertalite ini akan tetap berada dibawah Pertamax 92.
Mendengar kebijakan tersebut terbesit dua hal yang sangat bertentangan dalam pikiran saya, dimana disatu hal saya sangat setuju dengan kebijakan tersebut karena pastinya akan berdampak baik pada lingkungan. Apalagi menginggat Bensin dengan RON 88 sebenarnya juga sudah tidak memenuhi standar internasional lagi. Bahkan regulasi negara-negara lain di ASEAN saja sudah megatur bahwa RON minimal untuk bensin adalah 92 atau setara dengan Pertamax sesuai dengan standar EURO 3, itu artinya jika pemerintah meluncurkan bensin alternatif dengan RON 90-91 sebenarnya tetap saja masih di bawah standar internasional.
Kedati demikian upaya pemerintah untuk menciptakan bensin yang lebih ramah lingkungan ini patut dihargai karena setidaknya sudah ada upaya dari pemerintah untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan. Namun dalam penghapusan bensin Premium ini aspek ekonomi juga harus diperhitungkan, jika Pertalite sebagai bensin penganti ini diluncurkan dengan harga yang terlalu jauh dari harga Premium itu juga akan sangat merugikan bagi rakyat. Rakyat justru akan semakin terbebani dengan semakin mahalnya bahan bakar minyak.
Sedangkan biasanya ketika harga BBM naik efeknya tidak hanya diam disitu saja, melainkan akan berdampak seperti Domino Effect dimana ketika BBM naik, dia justru akan berimbas pada harga barang-barang yang ada disekitarnya “ harganya ikut naik” dan ketika harga barang suatu sudah naik juga akan masih berimbas pula pada kenaikan harga barang lain, begitulah seterusnya tanpa ada hentinya kalau memang sudah demikian. Akhirnya rakyat lagi yang jadi korban, biaya hidup semakin mahal.
Ditambah lagi jika terjadi kenaikan harga bensin kelas bawah, mendekati kelas menengah (Pertamax) itu juga akan menguntungkan pihak asing. Perusahaan-perusahaan retail BBM asing yang masuk di Indonesia seperti Sheel, Petronas, dan Total akan semakin meninggkat tingkat penjualanya. Mengingat sekarang saja harga jual yang mereka tawarkan untuk bensin dengan RON 92 dan RON 95 sudah nyaris sama dengan Pertamax 92 dan Pertamax Plus 95. Apalagi dengan kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang selalu menganggap produk asing adalah produk terbaik, semakin terbukalah peluang Pertamina untuk mengalami penurunan Omset. Memang saat ini outlet-outlet mereka di Indonesia masih sangat terbatas, tapi dengan potensi yang semakin besar karena naiknya harga BBM kelas Ekonomi di Indonesia dan modal mereka di Negara asal yang kuat bisa saja mereka membuat outlet disamping setiap SPBU Pertamina.
Hmm, melihat dari dua hal yang sangat kontraditif diatas saya sekarang jadi bimbang sebenarnya mana ya yang menjadi tujuan utama pemerintah untuk menghapuskan Premium? Ataukah benar-benar atas alasan kelestarian lingkungan atau justru “mungkin” karena ada deal-deal tertentu oleh pihak-pihak asing yang sedang berkembang di Indonesia itu? Yaa saya pribadi juga tidak tahu menahu kalau soal itu. Kemungkinan bisa saja terjadi kan? Ah tapi entahlah, saya pribadi sih cuma berharap penghapusan bensin Premium ini memang benar-benar atas alasan lingkungan, bukan karena lobi-lobi. Sehingga dalam penetapan harga bensin Pertalite pemerintah juga akan memberikan selisih harga yang bisa membuat rakyat berpikir untuk tetap menggunakan bensin produk dalam negeri.

Minggu, 15 Maret 2015

AKU

Minggu, 15 Maret 2015


Malam ini pukul setengah 12 malam tepat aku benar-benar merasa gundah, di ujung ranjang tidurku aku merasa sangat sepi. Entah kenapa hati ini mengajaku untuk bermuram, aku tak tau apa maksudnya aku juga tak tau apa maunya. Akhir-akhir ini menjadi hal yang rumit bagiku suasana hatiku bisa mendadak saja jadi tak menentu. Jika engkau tanya kenapa begitu, aku hanya punya satu saja jawaban yang sangat ringkas “Aku tidak tahu.”
                Ini adalah suatu hal yang sangat aneh aku tak tau kenapa emosiku terlaru sering mengajaku dalam suasana sendu? Apa mungkin ini adalah efek dari perubahan menuju dewasa dan aku tidak mempunyai karya apa pun di usiaku yang demikian? Umurku sudah mendekati 2 dasawarsa, aku telah lumayan jauh berjalan, berkali-kali aku salah melangkah bahkan tak jarang aku tersesat, pernah juga aku tersesat hingga 4 tahun lamanya hingga sekarang aku kembali ke halaman rumahku dan aku menemukan jalan lain.
Aku sudah memulai perjalanan baruku,  aku berjalan kearah barat aku mengikuti kemana matahari pergi karena sesungguhnya aku takut akan kegelapan. Sungguh aku takut padanya karena aku akan lebih merasa jika aku sendiri. Kadang saat aku benar-benar gundah, aku mencoba untuk keluar dari kehidupan normalku. Aku mengemasi semua barangku dalam ranselku, aku gendong ranselku, dan aku membawanya ketempat-tempat yang tinggi. Kemudian di tempatku aku melihat jauh kebawah, aku mencari ditempat mana aku biasa hidup normal, tak sedikitpun pengelihatan yang aku dapatkan dari tempat itu.
Di setiap puncak sungguh aku merasa kecil, aku tak ada apa-apany di bandingkan tanah dan batu-batu yang telah aku injaki sebagai tumpuan. Namun disaat itu jugalah aku dapat benar-benar menarik kedua sudut bibirku ke atas. Aku merasakan kesenangan yang luar biasa, seolah aku merasa sebagai burung yang benar-benar baru saja terlepas dari sarangnya bebas, senang, dan lupa akan semua masalah yang pernah dialaminya. Ditemoat itu aku benar-benar merasakan hal yang berbeda aku tak pernah lagi menemui resahku ketika aku ada disana.

Terkadang aku merasa bahwa itulah hidupku, dan seperti itulah aku seharusnya tapi raealita tak pernah berkata seperti itu, aku yang sebenarnya adalah aku yang sekarang ini menulis isi hati ini dengan jari-jari kasarku yang belum pernah menciptakan suatu karya pun di sepanjang hidupku.

Minggu, 01 Februari 2015

Cara Ampuh Mengatasi HP yang Sepi

Hai jombs! Apa kabar? Long time no see yak. Gimana masih aja kalian jomblo? Padahal udah berapa lama tuh? Setaun, dua taun, tiga taun, sepuluh taun atau malah seumur hidup? Uh.... uh... kasian kali kalian ini. Pada udah nyobain tips yang gue tulis kemarin-kemarin belum? Kalau belum cobain deh, kali aja kalian bisa kinjung lepas jomblo, dapet pacar cantik, baik, solehah, dan mau kasih jatah. Jatah hati maksudnya ngeres aja pikiran kalian.
Jadi gini men dari kamar rumah sakit yang sungguh teramat menbosankan ini, gue nyoba nulis beberapa tips agar hp kalian para jombloers nggak sepi-sepi amat agar kalian juga nggak terus-terusan meratapi hinanya diri kalian karena nggak laku-laku bahkan nyaris aja jadi jomblo lapuk saking lamanya nggak laku juga. Oke gininih buat kalian yang ngerasa bahwa diri kalian adalah jomblo hina gue kasih saran :
Pertama kalian bisa download aplikasi chat sebanyak-banyaknya terutama yang memungkinkan kalian mudah mencari teman baru tanpa harus memasukan ID target. Dengan aplikasi semacam ini kalian bakalan bisa dapet pasangan ngobrol lebih dari 1 dengan waktu yang sangat singkat. Tapi catatan yang harus kalian ingat jika penyebab kejombloan kalian adalah faktor FACE gue saranin kalian nyolong Foto dari akun temen kalian yang lebih ganteng dan pasang foto itu di akun baru kalian, karena jarang banget ada cewek yang gampang tertarik sama cowok berwajah menengah kebawah macam kalian, bahkan sejelek-jeleknya cewek pun pasti juga lebih gampang tertarik sama cowok-cowok ganteng. Contoh simpelnya kalian bisa liat banya cewek yang jelek, kumel dan alay yang ngefans sama bintang-bintang korea. Saking ngefansnya mereka sampai bergaya ala korea dan saking alaynya mereka sampai lupa gimana perbedaan warna kulit dan budaya mereka dari bintang korea seperti tetangga gue, pendek, gendut, item, kumel rambut cat merah, kemana-mana selalu pake tangtop dan hotpants padahal paha mereka semulus kaki gajah.
Kedua selain dengan memanfaatkan jejaring sosial kalian juga bisa beli nomor baru yang murah buat smsan. Bodo amat mau murahan dan kadang pendingan yang penting gak menguras kantong dan HP tetap ramai. Setelah itu kalian bisa broadcast sms yang memancing hasrat wanit dan mengirimkan sms itu ke semua kontak yang ada di HP kalian. Gue yakin pasti ada cewek yang tertarik dengan broadcast kalian karena gue juga yakin kalau kalian pasti punya temen yang agak edan. Tapi hati-hati juga tips ini sangat rentan sama homo-homo yang berkeliaran, jangan sampai kalian salag kirim ke temen cowok kalian yang terindikasi homo, karena bisa jadi titit kalian bakal diadu sama titit mereka (ada emot mutah gak ya?)
Ketiga ini yang paling mudah kalian nggak perlu download aplikasi atau beli nomor hp baru, cukup aja kalian nulis broadcast "Hai temenin gue dong biar hape gue rame, yang mau nemenin gue kasih pulsa 100rb." Gue yakin tips ini bakalan berhasil, sekalipun hp kalian bakalan mendadak sepi lagi saat kalian udah nggak punya duit lagi dan motor, kamar kos, laptop, serta hp kalian udah kalian gadaikan buat bayar mereka.
Keempat manfaatin hp kalian buat nyari relasi dari luar negeri, kalian harus ingat bahwa banyak orang luar yang suka produk ekspor Indonesia. Liat aja banyak bangetkan orang bule yang nyantol sama orang lokal yang berwajah minim, itu artinya standar para bule itu rendah kalian harus manfaatin itu. FYI cari aja temen cewek dari Rusia, disana banyak cewek yang terpaksa harus mengimpor pasangan karena mereka kekurangan stok cowok seperti kalian (iya betul maksud gue cowok dengan muka minim seperti kalian).
Kelima kalian bener-bener bangkeee, gue kasian banget sama kalian sesepi-sepinya hp gue, gue nggak butuh sampai lima tips buat ngrubah hp gue jadi rame. Jadi maaf kalau kalian selapuk itu udah bukan kuasa gue lagi buat bikin hp kalian rame. Mungkin kalian bisa datang ke dokter kecantikan buat operasi plastik, atau datang ke dukun sakti minta jimat pemikat wanita atau yang paling mudah berdoa saja pada yang kuasa semoga jodoh kalian belum ada di sampingnya dan suatu saat dia bisa ngramein Hape kalian. Saya sofyanrian sekian dan selamat meratapi sendunya jomblo kalian.

Rabu, 21 Januari 2015

Tulisan Untuk Para Mantan

Untuk para mantan,
Malam ini aku mencoba membuat suatu tulisan
Tulisan kecil yang merangkum seluruh kisahku bersama kalian
Untuk para mantan, dahulu pada awalnya kita di pertemukan oleh satu rasa suka
Rasa suka yang kemudian saling mendekatkan kan kita
Jengkal demi jengkal hingga kemudian menjadi langkah-langkah pasti
Hingga akhirnya kita benar-benar menjadi satu bagian yang di ikatkan oleh rasa yang lebih kuat.
Ikatan itulah yang sering kita sebut dengan “Cinta” saat kita masih di jalan yang sama.
Dari cinta, kita belajar mengetahui, memahami, dan mengimbangi satu sama lain
Ya saat itu memang kita mendapatkan keseimbangan yang sempurna
Keseimbangan yang memberikan kita canda, tawa, tanggis yang terakit dalam satu rasa bahagia
Jika kita mau mengakui bersama, begitu banyak momen indah yang telah kita jalani bersama
Bahkan kita tidak akan pernah bisa menghitung berapa banyak senyuman yang telah kita lukiskan di wajah kita
Dan anehnya senyuman-senyuman itu justru muncul karena hal-hal yang sangat konyol
Sungguh aku juga tak pernah mengerti kenapa disaat kita bersama, kita dapat bersama-sama tersenyum pada hal-hal yang sangat sederhana sekalipun
Disaat senyum itu masih menghiasi wajah-wajah kita, kita selalu berhayal jika kelak kita akan selalu bersama
Seolah-olah logika akan perpisahan pun mati dan terkubur jauh didalam khayal itu.
Logika yang selalu mengatakan bahwa kita ada waktunya benar-benar jauh terpendam dalam khayalan itu
Suatu masa logika itupun terbukti kebenarnya
Bagaikan tanaman, biji yang dulu telah kita tanam pun akhirnya tumbuh menjadi tua dan habislah waktunya
Tak peduli sebanyak apapun rantingnya, sebesar apapun batangnya dan sekuat apapun akarnya jika masanya telah tiba maka pohon itu akan mati juga.
Pohon besar itu terbengkalai, lemah, kering dan terus menerus memgalami pelapukan hingga benar-benar tak tersisa
Dan tanpa kita sadari di sekeliling tempat tumbuh pohon itu dahulu ternayata terdapat banyak sekali pohon-pohon kecil yang terus tumbuh dan berkembang menjadi pohon-pohon baru yang lebih rindang dan sangat kokoh karena berjajar bersama
Seperti itulah kenangan kita yang kini mampu membuat kita terus dan terus berkembang dan tumbuh hingga membuat kita menjadi seperti sekarang
Untuk para mantan, dengan tulisan kecil ini perkenankanlah aku menghapus lukisan-lukisan petang yang telah aku coretan kan pada kalian, maafkanlah semua yang telah kulakukan dan tak berkenan di hati kalian
Untuk para mantan, aku hanya ingin mengucapkan satu buah pesan bahwa

“Janganlah menganggap aku sebagai mantan, anggaplah aku sebagai alumni agar kelak kita bisa mengadakan reuni.”

Kamis, 27 November 2014

Seharusnya

Seharusnya!
Seharusnya aku punya sayap
Aku bisa terbang dan menjelajahi awan
Seharusnya!
Seharusnya aku punya insang
Aku bisa berenang arungi lautan
Seharusnya!
Seharusnya aku punya mata elang
Aku bisa melihat jauh dan tajam

Seharusnya memang indah
Seharusnya memang tak selalu searah

Seharusnya adalah sebuah harapan
Harapan indah yang selalu melayang dalam angan.

Namun apakah kita hanya diam dan menaruh seharusnya  selamanya dalam angan?
Atau kita menjadikan seharusnya sebagai tujuan petualangan?
Jika seharusnya adalah tujuan petualangan, siapkah kita berjuang?
Kita akan berjalan jauh ke arah seharusnya
Perihnya luka dan tetes air mata sebagai teman setia
Seharusnya sangat jauh.
Tak mudah rasanya untuk menemukanya.
Karena "seharusnya" adalah mimpi dan kita akan selalu menuju ke arahnya.

Rabu, 08 Oktober 2014

Sajak untuk Sang Raja


Wahai sang raja apakah engkau buta?
Seribu hambamu tertidur pulas di bawah kakimu
Wahai sang raja apakah engkau tuli?
Seribu hambamu menyanyikan lagu airmata untukcdirimu
Wahai sang raja apakah engkau bisu?
Seribu hambamu berharap engkau memberikan mereka tangisan bahagia

Wahai sang raja, kamilah hambamu yang menderita
Tidur beralaskan empuknya ranjang jalanan
Berdiri diantara segarnya udara perempatan

Sang raja tidaklah engkau melihat tanah kami tak lagi subur?
Tidakkah engkau melihat hambamu kelaparan?
Banyak dari mereka mati karena tak mampu makan

Sang raja mana janjimu? Engkau selalu berjanji akan memuliakan kami?
Tapi yang engkau muliakan justru orang-orang yg mengaku sebagai wakil kami.

Sang raja dengarlah suara kami dari mulut kami, tutuplah telingamu dari mereka-mereka yang mengaku sebagai utusan kami.
Sang raja gandenglah kami langsung dari tanah kami, janganlah engkau memegandeng tangan kami dengan tangan-tangan yg patah tulangnya

Ya rajaku kamilah hambamu yang ingin engkau muliakan.

Selasa, 08 Juli 2014

Inilah Pilihan Saya

Wheeeeellllll, hari ini adalah 8 Juli 2014. Sudah saatnya gue nentuin pilihan gue buat besok. Beberapa bulan yang lalu gue dilanda galau politik akut bak milah-milih istri yang masih perawan di jaman sekarang. Iya bener nyari capres yang bener-bener perfect untuk Indonesia di tahun 2014 ini emang sesusah nyari istri yang bener-bener masih perawan ting-ting belum tersentuh seorang cowok pun, ya katanya ini jaman modern Men, dimana kalau pacaran itu wajib minimal ciuman katanya, katanya loh ya!
Kembali ke capres. Yak sekarang ini Indonesia bener-bener baru dilanda krisis pemimpin, banyak orang yang ingin mencalonkan dirinya sebagai presiden, namun menurut gue nggak ada satupun dari mereka yang cocok buat jadi pemimpin bangsa kita. Waktu itu diantara banyak pencapres termasuk si Farhad Abbas si Soak yang katanya juga siap maju nyapres itu mata gue justru melirik beberapa tokoh yang bisa dikatakan nggak  tertarik buat nyapres tapi punya potensi buat jadi presiden. Tokoh itu adalah Anies Baswedan, Joko Widodo dan Risma walikota Surabaya. Waktu itu gue mikir dari ketiga nama diatas nggak bakalan ada yang mencalonkan dirinya sebagai calon presiden. Sampai akhirnya Pak Jokowi maju juga.
Gak bisa di pungkiri awalnya gue adalah fans berat dari Jokowi, kalau pada nggak percaya silahkan lihat beberpa akun sosmed gue, ketika Jokowi menang di pilgub DKI gue turut mengekspresikan kebahagian gue, bahkan waktu itu gue ikut ber-selebrasi bareng ibu-ibu pedagan di pasar gede atas kemenangan Jokowi di Pilgub DKI, ada kok buktinya foto masih ada di Instagram. Kalau masih nggak percaya lagi tanya tuh sama mantan yang diambil orang haha, dia harusnya msaih inget segila apa gue ngefans Jokowi. Namun seiring berjalanya waktu kepercayaan gue terhadap Jokowi mulai pudar terutama ketika mulai datang isu bahwa dirinya bakal maju sebagai calon presiden RI, entah kenapa gue jadi nggak begitu condong ke Jokowi, mungkin ini pengaruh dari prasangka-prasangka negatif gue ke partai pengusung Jokowi dan beberapa orang dibelakangnya serta yang paling utama adalah karena ulah para relawanya yang kadang buat gue risi karena seolah mereka mendewakan Jokowi. Iya, seolah-olahtu mereka nganggep jokowi nggak pernah ada salahnya, apapun itu asal jokowi yang nglakuin bener ajaaaa terus, nggak ada salahnya pokoknya.
Selain dua hal diatas gue juga risi banget sama sifat jokowi yang terlalu reaktif dengan isu-isu yang menyerangnya, sampai-sampai dia harus pergi umroh karena di serang kalau dirinya non muslim. Gue kira nggak perlu se reaktif itu juga kali, dulu Boedieono juga di fitnah dengan isu yang sama kalau dirinya non-muslim, tapi dianya juga cuek aja kok. Dari situ gue mulai melirik Prabowo yang lebih berbesar hati menerima isu-isu negatif yang menyerang dirinya, ya walaupun  kalau dilihat dari timsesnya sih sebenernya juga sama aja dengan sikap timses Jokowi, tapi setidaknya Prabowo sendiri tetep steii kul sama isu negatif yang nyerang dirinya itu adalah sikap yang baik sebagai seorang negarawan, sekalipun mungkin itu Cuma pencitraan atau gimana tapi menurut gue langkah yang diambil Prabowo buat naggepin isu-isu negatif itu sangat tepat.
Entah kenapa semakin hari gue semakin tertarik dan condong ke Prabowo di bandingkan Jokowi, Padahal dulunya gue dan keluarga sama sekali nggak suka pada beliau, apa mungkin gara-gara “gething nyanding ya?” Ya bisa jadi sih. Tapi gue juga nggak begitu gampangnya langsung percaya sama beliau sih, apalagi dengan latar belakang masalah di masa lalunya yang udah jadi rahasia Umum. Waktu tertarik buat milih prabowo muncul juga sih berbagai pertanyaan. Apakah mungkin seorang mantan pelanggar HAM mampu membawa Indonesia lebih baik? Apa mungkin seorang yang katanya dipecat secara tidak hormat oleh instansinya karena suatu masalah besar mampu menjadi seorang pemimpin Negara? Dan banyaklah pertanyaan lain yang membuat gue serba dilemma mau milih siapa.
Jawaban demi jawaban dari pertanyaan gue itu pun mulai gue dapati dan gue fahami. Hingga akhirnya gue punya satu kesimpulan Memang benar Prabowo bermasalah di masalalunya, tapi apa selamanya orang yang buruk akan selalu buruk sikapnya sepanjang dia hidup? Gue piker nggak! Kalau mau lihat dari sejarah Islam juga ada contohnya kok, yang paling sangar ya Ummar Bin Khatab, pada awalnya beliau juga orang yang sangat bermasalah bahkan memusuhi Islam, memukuli orang yang masuk Islam, bahkan sampai adiknya sendiri dia pukul gara-gara baca Al-Qur'an, tapi Allah nggak tidur Umar pun mendapat hidayah, dibukalah mata hatinya hingga akhirnya di mau berjuang dengan rasululloh bahkan sempat menjadi seorang khalifah yang sangat berjasa bagi umat Islam. Dari situ  kita tahu Semua orang bisa saja berubah, yang buruk bisa jadi baik dan sebaliknya yang baik bisa jadi berubah menjadi lebih buruk.  
Semakin bertambah hari bertambah pula keyakinan gue terhadap prabowo, sekalipun banyak sekali isu negatif yang menyerang beliau, gue merasa kalau itu adalah suatu ketidak mungkinan, iya gue langsung aja nggak percaya. Entah itu keluar karena mata gue telah di butakan oleh syaitan sehingga nggak mamu melihat suatu kebenaran atau karena telah dibukakan oleh tuhan gue juga nggak tau, yang jelas saat ini menurut presepsi gue dari kedua capres memang tidak ada satupun yang sempurna, semua pasti membawa madharat, namun diantara mereka pasti ada yang memberikan mudharat yang paling kecil dan menurut gue orang itu adalah PRABOWO SUBIANTO.
Alhamdulillah saat ini gue mampu meyakinkan orang tua dan juga sebagian dari keluarga gue untuk memilih Prabowo Subianto, sekalipun pada awalnya mereka cenderung mendukung capres nomor 2 atas alasan berasal dari rakyat, peduli terhadap rakyat dan podo-podo wong solone.
Yap inilah akhir dari tulisan gue, berapapun jumlah jari yang kita tunjukan 1 atau 2, kita semua tetap bersaudara, kita tetap 1 Indonesia, kita boleh berbeda tapi jiwa kita tetap 1 Indonesia. Salam 2 Jari untuk pemilu yang damai J